10 Destinasi Wisata Yang Ada di Tana Toraja

10 Destinasi Wisata Yang Ada di Tana Toraja

10 Destinasi Wisata Yang Ada di Tana Toraja

Mouvra Travel – Tana Toraja adalah satu wilayah di Sulawesi Selatan yang telah tersohor namanya jadi tempat yang kaya budaya Toraja serta keindahan panorama yang mempesona. Ada beberapa hal sebagai daya tarik tertentu dari beberapa budaya dan obyek wisata Tana Toraja yang jadikan tempat ini seringkali didatangi pelancong baik wilayah atau internasional.

Tana Toraja memberi sangat banyak kesan-kesan yang pasti menempel di hati beberapa pelancong. Terdapat beberapa kelebihan dari Tana Toraja ini. Kelebihan yang paling penting ialah terdapatnya banyak ritual atau upacara tradisi yang menarik untuk didapati.

Contohnya pesta pernikahan Rambu Tuka dan upacara kematian Rambu Solo. Berekreasi ke Tana Toraja dianjurkan pada bulan Desember, sebab terdapat beberapa atraksi budaya serta paket wisata yang ditawarkan. Ada pula banyak tempat wisata alam atau budaya yang menunggu untuk di eksplor lebih jauh kembali.

Objek Wisata Tana Toraja

Terdapat beberapa tempat wisata di Tana Toraja yang dapat didatangi. Di bawah ini ada banyak obyek wisata Tana Toraja yang paling popular.

1. Tradisi Ma’nene

Adat Ma’nene ialah adat ciri khas Tana Toraja yang sudah jadikan wisata popular. Adat ini ialah adat bersihkan serta ganti pakaian mayat leluhur Toraja. Tempatnya berada di Toraja Utara. Warga Toraja Utara, persisnya di Baruppu yakin jika leluhur harus dihormati sebab arwah beberapa leluhur akan terkait dengan keturunannya serta memperhatikan keturunannya dari alam lain.

Adat ini dikerjakan dengan bersihkan mumi leluhur, kemudian ganti pakaiannya dengan pakaian paling baik. Adat ini dikerjakan pada seputar bulan Agustus dalam kurun waktu 3 tahun sekali. Bila ingin tahu, hadir saja pada bulan-bulan itu.

2. Upacara Rambu Solo

Upacara Rambu Solo jadi tujuan wisata popular Toraja, dimana ada adat upacara kematian. Upacara ini ialah ritual spesial untuk menguburkan jenazah. Orang Toraja yakin jika orang yang wafat ialah orang yang sedang sakit. Oleh karenanya, orang yang sudah wafat masih dirawat serta diperlakukan seperti orang hidup. Mereka masih menyiapkan makanan, minuman, rokok, serta semua jenis kepentingan yang lain.

Upacara Rambu Solo ini ialah upacara kematian warga Toraja yang penuh dengan ketentuan tradisi dengan serangkaian pekerjaan dan ongkos yang banyak. Ada pula acara pemotongan babi serta kerbau sampai 100 ekor. Harga upacara ini direncanakan seputar 500 juta sampai satu miliar rupiah.

3. Kete Kesu

Kete Kesu ialah satu lokasi desa tradisi wisata di Toraja Utara yang tempatnya memiliki jarak seputar 4 km. dari Ratenpao. Terdapat beberapa rumah tongkonan Toraja yang dapat di nikmati oleh pelancong. Diluar itu ada pula panorama alam yang memesona. Ada tebing bukit Kete Kesu yang teduh. Ada pula peninggalan purbakala disana yang berbentuk kuburan batu.

Yang unik dari desa ini ialah terdapatnya peti mati yang mirip bentuk perahu di tebing teratas Kete Kesu. Disana terdapat beberapa tengkorak serta tulang belulang manusia yang telah ada semenjak beberapa ratus tahun waktu lalu.

4. Londa

Londa adalah satu kompleks makam yang berada di satu tebing batu Toraja. Londa ini jadikan tempat wisata Tana Toraja yang cukup popular. Jaraknya ialah seputar 7 km. dari Rantepao. Tempat wisata ini bisa dikunjungi dengan beberapa kendaraan umum, seperti ojek atau bemo. Diluar itu pelancong yang menyewa motor atau mobil pasti juga lebih gampang mengaksesnya.

Disana terdapat beberapa goa atau lubang di tebing yang dipahat untuk menempatkan peti mati. Peletakan peti mati juga sesuai dengan ketentuan tradisi, yakni sesuai dengan garis keturunan.

5. Batutumonga

Batutumonga ialah satu tempat wisata alam yang ada di lereng Gunung Sesean. Tempatnya cukup jauh dari Rantepao, yakni seputar 24 km.. Disana, ada tempat untuk lihat keindahan Tana Toraja dari ketinggian. Pelancong dapat juga lihat bentangan perbukitan serta persawaan yang indah dari ketinggian. Pohon-pohon serta keindahan panorama disana pasti membuat pelancong kerasan. Udara yang sejuk di Batutumonga pasti dapat membuat situasi jadi lebih tenang serta nyaman.

6. Bori Parinding serta Pohon Tarra

Bori Parinding serta Pohon Tarra masih ada di lereng Gunung Sesean. Tempat ini adalah makam batu kuno yang popular di Gunung Sesean Toraja. Bori Parinding ialah pemakaman kuno yang dipakai semenjak 1717 yang lalu oleh warga Toraja. Konon, cuma jenazah dari golongan bangsawan yang dapat disemayamkan di sini. Ada pula kompleks makam spesial untuk bayi yang giginya belum tumbuh. Bayi disemayamkan dalam suatu ruang yang bernama pohon Tarra. Sekarang Bori Parinding serta Pohon Tarra ini sudah jadikan tempat wisata budaya di Tana Toraja.

7. Ranteallo

Ranteallo ialah satu daerah di Kecamatan Tallunglipu. Kekhasan tempat ini ialah terdapatnya satu satwa unik Toraja yang berbentuk kerbau belang. Harga kerbau ini dapat sampai satu miliar rupiah. Diluar itu di Ranteallo ini ada kompleks permukiman tradisi dengan rumah tongkonan yang sama-sama bertemu. Rumah-rumah ini memang mempunyai ternak babi serta kerbau yang maksudnya memang untuk diperjual-belikan, ditambah lagi waktu ada upacara tradisi yang memerlukan kerbau serta babi.

8. Museum Ne’ Gandeng

Museum Ne’ Gandeng ialah obyek wisata riwayat di Tana Toraja yang ada di Desa Palangi, Kecamatan Sa’dan Balusu. Museum ini ialah museum keluarga paling tua atau leluhur di Toraja. Museum ini berdiri sebab kebaikan pribadi Ne’ Gandeng yang benar-benar sangat perduli dengan warga Toraja di sekelilingnya. Ne’ Gandeng ialah tokoh pencetus listrik supaya bisa masuk ke desa tradisi Toraja. Muesum Ne’ Gandeng ini ialah tempat penerapan acara pemakaman dari Ne’ Gandeng tersebut.

9. Pallawa

Pallawa adalah satu tempat tongkonan yang berperan jadi rumah leluhur untuk menaruh jenazah yang belum dikuburkan. Tempatnya berada di 12 km. dari Kota Rantepao. Disana terdapat beberapa tongkonan yang sama-sama bertemu dengan bentuk yang ciri khas Toraja. Tongkonan di Pallawa sendiri ada pula yang berperan jadi rumah dan tempat menaruh padi atau lumbung. Ada ruang dapur, kamar, dan ruangan ritual penyimpanan jenazah di tongkonan.

10. Air Terjun Sarambu Assing

Bila telah senang nikmati wisata budaya di Toraja, sebaiknya singgah ke Air Terjun Sarambu Assing. Tempatnya berada di Lembang Patongloan, Kecamatan Bittuang. Air terjun ini mempunyai ketinggian kira-kira 40 mtr.. Walaupun situasinya benar-benar alami, untuk berkunjung ke air terjun ini aksesnya tidak demikian susah. Pelancong dapat hadir dengan kendaraan roda empat atau roda dua.

Air terjun ini pas jadikan tempat wisata paling akhir untuk kembalikan ketenangan sesudah capek berekreasi kesana kesini di Tana Toraja. Situasi yang sejuk serta air yang dingin akan kembalikan kesegaran badan serta hilangkan kecapekan pelancong.